Hari-hariku Selama Dua Minggu

Sebenernya ini cerita udah lama mo saya posting, tapi sayang waktunya ga ada dan mood yg lagi jelek, hehehe.. Banyak bagian yg terjadi selama dua minggu terakhir ini yg tertulis di otak dan buku si kacrut yg menemani hari-hari gw buat mencoret-coret selepas memasuki kamar tidur. Klo kata orang sih nan0-nano banget deh .

Nah si golden ini (SE-w910i) yang menemani aktifitas gw dari keluar rmh mpe balik lagi ke rmh. Menikmati udara pagi sambil jalan di lingkungan komplek rumah menuju ke jalan raya sangat sejuk sambil ditemani si golden yang memainkan lagu-lagu pilihan yg buat semangat. Sampe2 mo bayar ke kenek kopaja aja suka ga kedengeran klo si kenek lagi memainkan koin di telapak tangannya tanda kita harus bayar. Samapai-sampai mendokumentasikan keadaan jalan saat kerusuhan di semanggi juga loh, heuheuheu..

KOPAJA atau biasa disebut “Koperasi Angkutan Jakarta”. Walaupun menurut gw sebagian besar dari kendaraan ini udah ga layak jalan, tapi patut diperhitungkan karena masih cukup murah buat gw ke kantor, ekekekekek.. Mpe depan komplek rumah kendaraan ini yg selalu gw tunggu sambil ditemenin si golden. Tepatnya Kopaja P-19 Jurusan Ragunan-Tanah Abang. Awalnya sih sumpek dan rame banget naek kendaraan ini menuju ke kantor, padahal jam masih menunjukkan pukul 06.10 wib. Tapi ternyata seru juga naik kendaraan ini, apalagi byk yg ngelirik-lirik saya, hehehehe.. Sayangnya klo pulang naik kendaraan ini suka dibelokin sama si sopir cm sampai Walikota Jakarta Selatan, soalnya banyak yg cuma turun mpe Blok M doang dan si sopir malah memindahkan ke Kopaja 605A yg jurusannya Blok M-Ragunan dengan kondisi tuh bis udah overload, hiks.. Terpaksa deh, jalur pulang dirubah naek busway 😉

Trans Jakarta aka BusWay, Nah ini yg ga kalah serunya, justru banyak kejadian nano-nanonya ya pas naek ini. Kendaraan ini yang menemani malam hariku setelah beraktifitas dengan kerjaan. Klo pulang jam16-19 masih panjang antrian utk masuk ke haltenya,hehehe.. Biasanya pulang kerja naik dari Halte Karet menuju ke Halte Dukuh Atas dimana halte tersebut tempat transit menuju koridor lain.

* ceritanya bersambung nanti ya, ada kepentingan yg urgent*

Nah cerita bersambung kembali, maap kemarin ada tamu tak diundang yg sangat special datang ke rumah, hehehe.. Selama dua minggu naik busway, jarang banget dapat tempat duduk, yg ada klo dapat dikasih sama ibu2, mbak2 juga manula :D.

Yang membuat saya bingung, penjaga di dalam kendaraan kenapa selalu wanita yang saya temui saat pulang kerja. Pernah saya coba ngobrol dengan salah satunya. Namanya Mbak Fitri, perempuan yang umurnya sekitar 23-25 tahun dan tinggal di daerah Galur terpaksa bekerja sebagai penjaga di dalam busway karena susahnya mencari pekerjaan yg yang notabonenya jauh dari trayek yg ditugasi. Tapi dia tetap semangat karena sang buah hati yang masih berumur kurang dr 2th dan suaminya yang cm seorang tukang ketoprak di salah satu Sekolah Dasar di jakarta.

*istirahat sholat jum’at, nanti lanjut lagi tulisannya*

Lanjut lagi :D. Eh aq bertemu dengan seorang gadis yang cantik, lucu dan pintar sekali saat di dalam busway. Riri namanya, usianya baru beranjak 4 tahun. Tanpa sadar, saya merasakan ada yang memgang celana saya saat masuk ke dalam kendaraan. Ibunya yang mungkin sudah terliat agak tua untuk memiliki seorang anak yang masih tampak balita cukup sabar memgang salah satu tangan Riri dan tangan yang lain memegang celana saya. Tampak beberapa anak muda yang mendapat tempat dudukpun memberikan tempatnya untuk ibu dan anak itu. Di sini awal percakapan saya dengan menanyakan keadaannya yg tampak letih, beruntung saya punya coklat beng-beng di tas yang saya tawarkan ke dia. Makasih ya om, nanti klo ketemu lagi main ke rmh riri ya om, bgitu katanya, hehehe… Yang paling menyebalkan sama diri saya adalah masalah yang selalu terpikirkan sehingga membuat turun pada halte yang tidak semestinya. Pfttt…capek dech.. grutu dalam hati saya. Entah mengapa kerjaan dah bikin puyeng, ada hal-hal yg juga ga bisa kompromi di saat yang tidak tepat. Ya tapi itulah namanya hidup.. mo kita lari justru akan datang yg lebih dahsyat, mending dinikmati saja ya, ekekekekek..

2 Replies to “Hari-hariku Selama Dua Minggu”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *