Logo TC125 sebagai Citra

TC125 Indonesia sebagaimana klub atau komunitas lainnya telah memiliki sebuah Logo. Logo TC125 menjadi wajah dari suatu Organisasi TC125 Indonesia, dan juga berfungsi sebagai pengenal atau jati diri TC125 Indonesia dan Logo TC125 secara visual membentuk citra organisasi TC125 Indonesia.

Ketika ada wacana bahkan beberapa Pengurus Pusat TC125 Indonesia telah meresmikan Logo Baru TC125, akan timbul permasalahan. Perubahan logo dapat menjadi peristiwa besar bagi sebuah Organisasi.

Rumusan masalah berawal dari pertanyaan “mengapa logo berubah” yang dijabarkan dengan pertanyaan-pertanyaan :

  1. Apa latarbelakang perubahan logo pada organisasi TC125 Indonesia
  2. Apa yang mempengaruhi visualisasi logo lama dan logo baru
  3. Bagaimana keterkaitan konsep atau visi organisasi dengan visualisasi logo
  4. Bagaimana perubahan logo tersebut disosialisasikan
  5. Bagaimana prosedur perubahan Logo tersebut

TC125 Indonesia Bekasi Chapter, sangat terbuka akan adanya perubahan kearah yang lebih baik. Namun perubahan tersebut haruslah didasari oleh suatu konseptual yang cukup jelas dan sebaiknya melalui suatu study.

Kemajuan suatu organisasi tidak hanya sebatas ditentukan pada logo,
Kemajuan suatu organisasi tidak sebatas pada kuantitas anggotanya,
Kemajuan suatu organisasi terletak pada “kesesuaian” gerak roda organisasi dengan visi dan misi organisasi.

Jika memang akan ada perubahan, Visi dan Misi TC 125 Indonesia harusnya sudah ditentukan terlebih dahulu. Baru menyusul perangkat yang lain, seperti AD/ART dan menyusul Logo bilamana perlu untuk mendukung Visi dan Misi baru tersebut.

Keberadaan pengurus pusat sebagai pengendali organisasi tidaklah mendapatkan kewenangan mutlak yang dapat mengubah apapun secara sepihak, apalagi yang menyangkut hal yang sangat mendasar, yaitu Visi, Misi, AD/ART, Logo, nama organisasi, dll.

Keputusan yg sangat mendasar yang dibuat oleh pengurus pusat, seharusnya melalui suatu mekanisme yang baik dan sesuai dengan prosedur yang telah ada. Jika memang belum ada prosedur, maka sebaiknya memakai kaidah umum yang telah digunakan oleh organisasi yang memiliki kesamaan budaya atau kesamaan kuantitas. TC125 Indonesia adalah sebuah organisasi, bukanlah sebuah kerajaan.

Kembali kepada Logo TC125, kelayakan pemakaian Logo TC125 untuk organisasi TC 125 Indonesia, menurut hemat kami masih sangat layak, karena :

  1. Logo TC125 tidak mengalami cacat hukum (Logo TC125 tidak pernah dipakai untuk suatu tindakan yg melanggar hukum, misalnya menjambret)
  2. Logo TC125 sudah sangat familier dimata klub-klub motor yang ada
  3. Logo TC125 adalah sebuah Brand, bukan lagi sebuah logo yang semata menunjukkan cc suatu motor, seperti halnya huruf “C” yang berasal dari singkatan kata “Community”, apakah TC adalah sebuah kumunitas sekarang? saya kira dengan adanya aturan-aturan yang ada sekarang, TC 125 Indonesia, walaupun berlabel “Community” sekarang sesungguhnya adalah sebuah “Club”. (dikotomi klub dan komunitas dapat dilihat di sini.)

Ketertarikan seseorang kepada sebuah organisasi, tidak terbatas pada logo, tapi lebih kepada visi dan misi organisasi itu sendiri dan “kue” apa yang ditawarkan oleh organisasi itu. Jika persoalannya adalah cc motor, adalah tidak terpengaruh besar, sebagai contoh adanya beberapa member TC125 yang semula menggunakan Thunder 125 dan berganti menjadi Thunder 250, nyatanya masih bergabung dengan TC125 dan juga adanya member baru yang sebelumnya sudah memiliki Thunder 250 dan menyatakan bergabung dengan TC125, toh tidak dipersoalkan angka “125” dibelakang TC.

Pengurus Pusat TC125 Indonesia, sekarang mempunyai tugas yang lebih besar dan berat dibandingkan dengan “kekakuannya” dalam memaksakan pengantian logo baru yang notabene sampai sekarang tidak diperlukan dan tidak urgent. Sebaiknya Pengurus Pusat TC125 Indonesia lebih memikirkan pembenahan-pembenahan internal, seperti :

  1. database keanggotaan (tidak sekedar mengecam chapter untuk segera memberikan database member, tapi mencari solusi pemecahan masalah kurang rapihnya database anggota di chapter-chapter)
  2. membantu keorganisasian chapter-chapter baru agar berjalan sesuai yang dikehendaki
  3. mencari solusi pemecahan terhadap chapter-chapter yang bermasalah
  4. memperluas jaringan sponsorship yang bisa dinikmati anggota
  5. pembenahan pada insfrastruktur komunikasi TC 125 Indonesia yang sekarang sudah ada (milis, web, blog, SC, dll), dimana hal ini sangat membantu perkembangan TC 125 Indonesia
  6. menyelenggarakan rakernas (sesuai janji pada saat pemilu-hehehehe)

Jangan sampai ada anggapan bahwa isu logo baru-logo lama dibuat sebagai pengalihan perhatian terhadap ketidak mampuan penyelesaian program-program yang telah dijanjikan seperti pada saat pemilihan ketua umum tahun 2007 kemaren.

Mari kita bersama-sama seluruh chapter dan member TC 125 Indonesia bahu-membahu memajukan TC 125 Indonesia dan perlu pula kebesaran hati untuk berani berkorban, demi kemajuan, kejayaan, dan kemasyuran TC 125 Indonesia tercinta , tanpa dilandasi oleh egoisme dan nafsu amarah semata.

Bravo TC 125 Indonesia

***artikel berikut adalah pernyataan sikap TC 125 Bekasi Chapter, akan perkembangan TC 125 Indonesia***

Sumber : http://bekasi.thunder-125.org/2008/06/26/logo-tc125-sebagai-citra/

artikel di atas sangat menarik dan sama dengan apa yang saya rasakan seperti kawan-kawan dari bekasi chapter. Semoga apa yang terjadi tidak menimbulkan perpecahan pada TC125 Indonesia, aamiin..

This entry was posted in TC125. Bookmark the permalink.

One Response to Logo TC125 sebagai Citra

  1. nova says:

    betul,, betul,, betul,,,,,TC125 Indonesia,,,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>