Terima Kasih Ya Allah (Kecelakaan Jilid II)

Yup.. tiada kata yang bisa diucapkan selain terima kasih dan sujud syukurku ke pada Allah SWT. Sekali lagi, DIA telah memberikan aku kesempatan di muka bumi ini untuk bisa memperbaiki diri dari kesalahan2 yang ada dan menjadikan diri lebih baik di hadapan-NYA.

Malam ini Allah memberikan teguran kembali kepada diriku. Alhamdulillah itu tandanya Allah sayang sama aku :D. Kejadiannya sekitar pukul 19:30wib di Jl. HR. Rasuna Said. Rencananya mau menghadiri resepsi pernikahan temen di Gd. Dhamapala Dep. Keuangan RI di daerah Senen. Entah kenapa perasaan juga ga enak selepas keluar komplek rumah, padahal sepanjang perjalanan udah hati-hati banget, mo belok aja kasih sein dan liat spion terus. Menjelang masuk jembatan kuningan-casablanca udah liat ada bis yang mangkal, lalu ya ambil ke jalur kanan untuk melewatinya, itu juga udah ngurangin kecepatan.

Tapi yang namanya musibah ya mmg ga bisa dihindari, mendadak saat posisi udah disebelah bis, tampak akan ada taxi BB yang masuk ke jalan kuningan dari arah jalan ambasador. Buru-buru deh ngasih lampu tembak (lampu jauh) dan bunyiin klakson. Itu juga kendaraan tambah dipelanin lagi. Sekilas taxi BB tersebut saat masuk ke jalan kuningan akan berada di posisi jalur kiri, tapi dia malah dengan cepat mengambil ke jalur kanan tanpa memberi tanda sama sekali.

Motor udah ga mungkin menghindar saat itu, walaupun udah coba mepet ke pembatas antara jalur cepat dan jalur lambat. Bodi belakan mobil nyerempet sedikit entah stang, entah ban, soalnya panik dan ngerem mendadak, walhasil.. brakkk… jatuh dan meluncur, hehehe…

Saat itu terasa sekali, dimana kepala membentur aspal, duggg… melihat taxi tsb yg sempat berhenti dan lari begitu saja masih nampak kunang-kunang jadi tidak bisa melihat nomor taxi tsb. Ada seseorang pengendara yang menanyakan keadaan saya, karena saya jawab tidak apa2 dia langsung jalan dan bilang akan mengejar taxi tersebut. Entah antara sadar atau setengah sadar ada yang membantu saya kepinggir jalan, sepertinya seorang pengendara motor lainnya atau tukang bakpao yang lewat. Agak samar-samar karena saat itu kepala benar pusing dan hanya bisa menunduk.

Dalam posisi menunduk dan duduk dipinggir jalan, orang tersebut lalu menanyakan keadaan say, ada yang luka atau tidak pak?kata beliau. Saya bilang tidak apa-apa pak, cuma agak pusing saja. Lalu dia pamit melanjutkan perjalanannya, saya lihat sih sepertinya ada dua orang, yang satu naek motor yang satu gerobak bakpao.

Ternyata beberapa detik kemudian saya merasanyakan nyeri di kaki saya, pas saya lihat sepatu di kaki kanan saya sudah tidak ada hanya terpasang kaos kaki dan sudah agak robek akibat terseret aspal saat jatuh tadi. Untung sepatunya ada yang membawakan ke dekat saya, saya pikir hilang, baru menyadari juga sih, hehehe…

Akhirnya berencana minta tolong sm temen-temen yang dekat dilokasi. Orang pertama yg kepikiran utk dimintai pertolongan adalah Bro Arief dari TCI (Thunder Community Indonesia) yang rumahnya ga jauh dari lokasi, tapi pas mau ditelpon, nomornya ga ada di contact hp :p, walhasil coba menghubungi Ketua TCI Jakarta Chapter Bro Pampam untuk menanyakan nomor telpon Bro Arief juga memberitahu kejadian kecelakaan itu, tapi tidak diangkat-angkat jadi saya tinggalkan pesan saja.

Kemudian mencoba menghubungi Bro Bram tapi hasilnya sama jadi saya cm bisa meninggalkan pesan saja. Kepala makin terasa pusingnya dan sepertinya siku tangan, paha, pinggul dan dengkul mulai terasa nyeri dan sakit. Bro Ibeth orang berikutnya yang saya coba hubungi, alhamdulilah ada respon dan dia segera meluncur ke lokasi dan sekalian mengabari teman-teman di YM.

Sambil menunggu Bro Ibeth ternyata Bro Abhie menelpon menanyakan keadaan, dia mengetahui kecelakaan ini dari YM yang dikirimkan Bro Ibeth lalu mencoba membantu menghubungi teman-teman yang mungkin ada di sekitar lokasi kecelakaan untuk bisa membantu saya. Disusul Bro Bram yang akhirnya merespon sms saya dan segera meluncur ke lokasi bersama Bro Jabrix dan Bro Rico.

Bro Ayi juga mengabari akan meluncur ke lokasi kecelakaan secepatnya. Tak lama kemudian Bro Ibeth datang dan membantu mengobati luka-luka saya dengan obet2an P3K yang dia bawa. Di sini mulai terasa sakit karena mau coba berdiri dan mengecek keadaan motor yang belum sempat saya lihat. Alhamdulillah motor tidak mengalami kerusakan yang berat. Soalnya ga enak bgt klo mpe rusak, mana motor pinjaman dari pacar pula 😀

Satu persatu akhirnya datang, Bro Michael Latah yang udah lama ga nongol tiba2 datang ke lokasi, disusul Bro Ayi dari TROOP, Bro Bram+Bro Jabrix+Bro Rico dengan Safety Carnya. Bro Ende juga menelpon tapi saya bilang sudah ada temen2 yang ER, jadi ga usah ke lokasi dikarenakan saya sudah mau diantar pulang ke rumah menggunakan Safety Carnya Bro Bram. Bro Rico membawa motor ke rumah saya disertai Bro Ibeth dan Bro Ayi yang mengawalnya.

Saya dan keluarga besar, mengucapkan banyak terima kasih buat teman-teman yang sudah membantu ER saya tadi. Baik yang di lokasi, menelpon juga meng sms menanyakan kabar saya. Semoga Allah membalas budi baik brothers semua,aminn..

Buat Etank & Rima, semoga menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah dan warohmah dunia akhirat ya, amin..

Mohon maaf ga bisa sampai lokasi untuk menghadiri acara resepsi, juga ga bisa kumpul sm temen2 Alumni SMU60 🙁

Salam Brotherhood,
Ichsan “iCaNg” Djumadrin

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *